Jual Film Digimon Dubbing Asli Indonesia Lengkap Termurah dan Jual Game PC Resident Evil Lengkap Termurah
KURANG PERCAYA?? SILAHKAN BELANJA AMAN LEWAT TOKOPEDIA KAMI DISINI!!
Bisnis online paling aman, GRATIS dan paling asyikkkk, iya disini

Tugas Pengantar Ilmu Sosial 2


Carilah definisi :
    Masyarakat
    Komunitas

Carilah struktur dan unsur disiplin ilmu sosial yang mencakup :

    Teori
    Generalisasi
    Konsep Eseensial
    Konsep Spesifik
    Fakta

Masyarakat
A.    Pengertian Menurut Para Ahli
Krech, seperti yang dikutip Nursid (2000), mengemukakan bahwa masyarakat adalah “is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arounds a set of common goals, and who tend to share common beliefs, attitudes, and modes of action. Jadi ciri atau unsur masyarakat adalah kumpulan orang; sudah terbentuk lama; sudah memiliki sistem sosial atau struktur sosial tersendiri; dan memiliki kepercayaan, sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama.
Sedangkan Horton (1993) sebagai “a relatively independents, selfperpetuating human group who accupy territory, share a culture, and have most of their associations within this group”. Adapun ciri-ciri masyarakat adalah kelompok manusia; memiliki kebebasan dan bersifat kekal; menempati suatu kawasan; memiliki kebudayan; dan memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan interaksi-komunikasi dengan sesama, sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama, dan adanya kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut.
B.    Pengertian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Masyarakat sebagai kumpulan individu yang menjalin kehidupan bersama sebagai satu-kesatuan yang besar, saling membutuhkan dan memiliki ciri-ciri yang sama sebagai kelompok.
C.    Pengertian Secara Umum
Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki identitas senidri dan mendiami wilayah atau daerah tertentu, serta mengembangkan norma-norma yang harus dipatuhi oleh para anggotanya.
Pada hakekatnya masyarakat dan komunitas sama-sama menunjukan suatu kumpulan makhluk hidup akan tetapi pengertian masyarakt lebih luas dibandingkan dengan komunitas.
D.    Unsur Masyarakat
    Kepercayaan: sikap untuk menerima suatu kenyataan atau pendirian tanpa menunjukkan sikap pro/kontra.
    Nilai: kepercayaan tentang apa yang dianggap tidak baik/salah.
    Norma: peraturan yang di setujui oleh anggota masyarakat yang mengurai secara rinci perilaku yang harus atau tidak boleh di lakukan dalam keadaan dan kedudukan tertentu, biasanya di sertai sanksi dan imbalan.
E.    Pengelompokan Masyarakat
Masyarakat Desa / Gemainschaft / Paguyuban
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
    Kehidupan yang tenang
    Usia dan ketokohan sangat penting
    Saling mengenal satu sama lain
    Mata pencaharian homogen
    Adanya gotong royong

Masyarakat Kota / Gesselschaft / Patembayan
Ciri-cirinya adalah sebagi berikut :
    Kehidupan ramai
    Wilayah luas
    Banyak penduduk
    Individualistik
    Mata pencaharian heterogen
Komunitas
Pengertian Komunitas
Istilah komunitas atau “community” lebih jarang dipergunakan oleh manusia dibandingkan dengan istilah masyarakat. Komunitas adalah bagian kelompok dari masyarakat (society) dalam lingkup yang lebih kecil, serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial).
Soerjono (1990) memaknai istilah community sebagai “masyarakat setempat”, istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa, sebuah kota, suku atau suatu bangsa.
Masyarakat setempat (community) adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Dasar- dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan semasyarakat setempat. Jadi unsur komunitas adalah: adanya wilayah atau lokalitas, perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan.
Perasaan bersama antara anggota masyarakat setempat tersebut disebut community sentiment. Setiap community sentiment memiliki unsur: (1) seperasaan; (2) sepenanggungan; dan (3) saling memerlukan.
Community/Komunitas
Community/Komunitas merupakan suatu tempat, suatu kempulan manusia atau suatu sistem sosial (Freemen, 1963).
Komunitas sebagai tempat, meliputi :
    Lingkungan fisik dimana manusia hidup (kondisi perumahan)
    Lokasi tempat penyediaan sarana kesehatan (puskesmas mencakup satu kecamatan, posyandu dilingkungan RW/RT)
    Daerah penyebaran penyakit (komunitas yang terkena demam berdarah, daerah endemis kurang iodium dan lain-lain)
    Komunitas sebagia kumpulan manusia dapat dibedakan menurut :
    Kepadatan dan komposisi penduduknya
    Tradisi dan nilai-nilai budayanya
    Tingkat atau kelas sosialnya, dan lain-lain.
    Komunitas sebagai suatu sistem sosial merupakan totalitas dari interaksi berbagai sistem utama, missal :
    Sistem kesehatan
    Sistem pendidikan, dan lain-lain.

Fungsi Komunitas
    Melalui Komunitas/Community masing-masing individu ikut serta dalam kegiatan masyarakat luas
    Komunitaslah yang melaksanakan sanksi atas pelanggaran norma sosial


Masyarakat (Community)  
    Masyarakat (community) atau komunitas berbeda dengan masyarakat society.
    Masyarakat komunitas sifatnya lebih terbatas oleh  wilayah dan jumlah warganya.
    Community lebih tepat disebut masyarakat setempat.
Unsur Komunitas
    Adanya wilayah atau lokalitas.
    Adanya perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan.

Struktur dan Unsur Disiplin Ilmu Sosial
Pendidikan mengenai disiplin ilmu-ilmu sosial
    SMU/SMK : Tingkat Dasar, masih bersifat permulaan
    Mahasiswa : Kedalaman materi untuk bidang studi
Perbedaan ini akan menyebabkan perbedaan kurikulum.
Dua hal yang diperhatikan dari mahasiswa dalam setiap pengajaran disiplin ilmu:
1.    Penguasaan aspek subtansif keilmuan
Penguasaan prosedur penelitian yang dapat digunakan untuk pengembangan teori, generalisasi, dan konsep-konseo fakta.
2.    Penguasaan prosedur hedodolis pencarian kebenaran dalam keilmuan itu
Yaitu penguasaan pandangan teori, generalisasi, konsep-konsep fakta.
Bentuk-Bentuk Pendidikan Ilmu Sosial
Ilmu-ilmu sosial:
    Disiplin Ilmu Sosial
Salah satu sumber materi pendidikan, berdiri sendiri.
Misal: Ekonomi, Sejarah, Antropologi, Sosiologi, dll.
    Disiplin Ilmu Sosial
Sumber materi pendidikan
Dibagi menjadi tiga macam pendekatan:
    Pendekatan Terpadu (Mregeted)
    Pendekatan Berhubungan
    Pendekatan Terpisah
1.    Pendekatan Terpisah
Yaitu pendekatan dimana sikap disiplin dalam ilmu social diajarkan secara terpisah. Tujuan dan materi pembelajaran dikembangkan dari disiplin ilmu yang bersangkutan.

2.    Pendekatan Gabungan
Pendekatan pendidikan ilmu social yang menggabungkan (korelasi) beberapa disiplim ilmu sosial dalam melakukan kajian terhadap suatu pokok bahasan.
3.    Pendekatan Multidisiplin
Yaitu pendekatan ilmu social yang menggunakan lebih dari satu disiplin ilmu, tetapi dipertahankan dua kedudukan satu disiplin ilmu terhadap masalah sama denagn kedudukan disiplin ilmu lain.
4.    Pendekatan Terpadu
Yaitu pendekatan yang memadukan berbagai disiplin ilmu social sedemikian rupa sehingga batas antara satu disiplin ilmu dengan lainnya sudah tak tampak.
Syntetik Social Scienes
Upaya untuk memadukan berbagai disiplin limu social menjadi suatu disiplin baru.
Pelopornya Bruner dkk dari Universitas Harvard.
Landasan Pendidikan Ilmu Sosial
Guru yang baik adalah guru yang mempunyai wawasan dan kesadaran akan manfaat ilmu yang diajarkan.

Manfaat:
    Pengembangan karier
    Mencari dan menambah pengetahuan
    Penumbuhan keterampilan professional baru
    Perbaikan profesi belajar siswa yang dibimbingnya
Landasan Filosofis Pendidikan
Dasar pandangan seseorang mengenai tujuan yang seharusnya dicapai, materi yang apa yang seharusnya diajarkan, proses belajar apa yang harus dikembangkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
Struktur sosial digunakan untuk menjelaskan keteraturan sosial, yaitu menunjuk pada prinsip perilaku yang berulang-ulang dengan bentuk dan cara yang sama. Menurut Soerjono Soekanto (2002:68) struktur sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antarposisi sosial dan antarperan. Dengan demikian, pengertian struktur sosial dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku, sehingga dapat memberikan bentuk sebagai suatu masyarakat. Hendropuspito (1989) dalam bukunya ”Sosiologi Sistematik” mendefinisikan bahwa struktur sosial adalah skema penempatan nila-inilai sosiobudaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai dengan berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dan demi kepentingan masing-masing. Bagian nilai-nilai sosial adalah ajaran agama, ideologi, kaidah-kaidah, moral, serta peraturan sopan santun yang dimiliki suatu masyarakat. Sementara itu organ-organ masyarakat tersebut berupa kelompokkelompok sosial, institusi atau lembaga-lembaga sosial yang mengusahakan perwujudan nilai-nilai tertentu menjadi nyata dan dipakai dalam memenuhi kebutuhan.
Pada dasarnya struktur sosial merupakan jaringan dari unsure-unsur sosial yang pokok dalam masyarakat. Unsur-unsur tersebut antara lain kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan, dan wewenang. Secara umum wujud konkret struktur sosial masyarakat tampak jelas dalam sistem diferensiasi dan stratifikasi sosial yang berlaku dalam sebuah masyarakat.
Struktur ilmu menggambarkan bagaimana ilmu itu tersistimatisir dalam suatu lingkungan (boundaries), di mana keterkaitan antara unsur-unsur nampak secara jelas. Menurut Savage & Amstrong, struktur ilmu merupakan A scheme that has been devided to illustrate relationship among facts, concepts, and generalization. Dengan demikian struktur ilmu merupakan ilustrasi hubungan antara fakta, konsep serta generalisasi, keterkaitan tersebut membentuk suatu bangun struktur ilmu, sementara itu menurut H.E. Kusmana struktur ilmu adalah seperangkat pertanyaan kunci dan metoda penelitian yang akan membantu memperoleh jawabannya, serta berbagai fakta, konsep, generalisasi dan teori yang memiliki karakteristik yang khas yang akan mengantar kita untuk memahami ide-ide pokok dari suatu disiplin ilmu yang bersangkutan.
Struktur Sosial :
1. Struktur sosial: pola perilaku dari setiap individu masyarakat yang tersusun sebagai suatu sistem
2. Masyarakat mrp suatu sistem sosial budaya terdiri dari sejumlah orang yang berhubungan secara timbal balik melalui budaya tertentu.
3. Setiap individu mempunyai ciri dan kemampuan sendiri, perbedaan ini yang menyebabkan timbulnya perbedaan sosial.
4. Perbedaan sosial bersifat universal, ini berarti perbedaan sosial dimiliki setiap masyarakat dimanapun.
5. Perbedaan dalam masyarakat seringkali menunjukkan lapisan-lapisan yang bertingkat.
6. Lapisan yang bertingkat dalam masyarakat disebut Stratifikasi sosial
7. Ukuran yang digunakan untuk menggolongkan penduduk dalam lapisan-lapisan tertentu yaitu:
a) Ukuran kekayaan (kaya miskin, tuan tanah penyewa, )
b) Ukuran kekuasaan (penguasa/ dikuasai) penguasa punya wewenang lebih tinggi
c)    Ukuran kehormatan (berpengarug / terpengaruh) ukuran ini ada di masyarakat tradisional(pemimpin informal)
d) Ukuran ilmu pengetahuan (golongan cendekiawan/ rakyat awam)

Teori Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Teori dan Generalisasi
Teori adalah komposisi yang dihasilkan dari sejumlah pengembangan preposisi/generalisasi yang dianggap memiliki hubungan secara sistematis (Goetz dan Le Comte).
Teori ini dibagi menjadi 4:
1.    Grand teori
2.    Teori tipe
3.    Formal and middle range teori
4.    Substantive teori
Macam-macam generalisasi :
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1.    Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2.    Sampel harus bervariasi.
3.    Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi
Konsep
Adalah abstraksi kesamaan keterhubungan dari sekelompok benda dan sifat (Bruner:1962)
Kesamaan, adanya unsur yang sama, konkret atau abstrak.
Keterhubungan, adanya hubungan antar berbagai benda atau sifat, konkret maupun abstak, dan terjadi atas dasar pemikiran abstrak.
Konsep dapat difahami sebagai gambaran umum dari suatu ide atau gagasan dari sistem penalaran. Biasanya gambaran umum itu sifatnya abstrak. Dalam sistem penalaran, kita  harus memberikan batas atau ruang lingkup agar jelas terbeda sesuatu dengan yang lain, baik bentuk, sifat atau material dari ide atau gagasan tersebut. Misalnya tentang  “meja”  akan lebih jelas dengan sebuah konsep. Dan akan bereda dengan “kursi”  karena konsep tadi. Konsep tentang meja berbeda dengan konsep tentang kursi.
Konsep Esensial
Berpandangan agar sekolah menjadi pusat keunggulan pendidikan harus disajikan dalam bentuk keilmuan dan kurikulumnya adalah kurikulum disiplin ilmu.
Tanner dan Tanner (1980)
Intelektualisme adalah tujuan yang paling mendasar dari setiap upaya pandidikan.
perlu sekali; mendasar; hakiki: gerak badan, udara segar, dan makanan bergizi adalah sesuatu yg -- untuk pemeliharaan kesehatan badan
Konsep Spesifik
Definisi 'spesifik'
khusus; bersifat khusus; khas: dl festival film internasional itu masing-masing peserta menampilkan film-film -- budaya bangsanya
Konsep spesifik adalah konsep yang lain dari yang lain. Contohnya:
Maraknya geliat bisnis di sektor properti mau tidak mau memaksa sejumlah pengembang memutar otak bagaimana agar proyeknya cepat diserap oleh pasar. Salah satu trik untuk mensiasati ketatnya persaingan tersebut adalah membangun kawasan hunian dengan simbol agama.
                Menggarap kawasan hunian dengan konsep spesifik memang merupakan salah satu cara untuk menarik minat masyarakat. Salah satu konsep spesifik yang mengedepankan simbol agama yang sekarang terus dikembangkan adalah hunian berkonsep Islami.



Fakta
Menurut Schunke, fakta adalah building blok yang digunakan untuk mengembangkan konsep dan generalisasi, tanpa fakta tidak akan ada konsep dan tanpa konsep tidak akan ada generalisasi.
Fakta menjadi penopang yang menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi dan teori. Fakta juga diperlukan untuk membentuk konsep, konsep dirangkum dalam hipotesa kemudian dikembangkan menjadi generalisasi.
Fakta adalah sebagai faktor nyata atau suatu realitas yang ada di suatu tempat dan dalam waktu tertentu tentang apa yang kita amati (lihat ,dengar, raba ,cicip dan cium), realitas yang kita amati itu bisa berupa kejadian, benda simbol sifat dan lain sebagainya. Artinya informasi yang kita peroleh dari sebuah pengamatan. Boleh juga sebagai situasi atau kondisi yang telah terjadi yang diperoleh dari pengalaman iderawi. Fakta saangat bersifat objektif. Jenis fakta yang paling sederhana adalah fakta atomik, yakni fakta paling dasar dan tidak dapat direduksi. Ia tidak dapat dibagi kedalam komponen-komponnen, tetapi merupakan kombinasi dari benda-benda dan objek pengertian. Pada dasarnya fakta atomik tidak dapat dipakai untuk membuktikan adanya fakta atomik lainnya. Atau boleh juga dipakai istilah lain yakni fakta nuklir (inti atom) yang tidak mungkin diurai lagi.

Rahasia mengumpulkan recehan rupiah secara online akhirnya terungkap Gratis, klik disini
Stop frustasi, saatnya jalanin kerja online yang pasti, Gratis dan dapatkan penghasilan perdetiknya

Description: Tugas Pengantar Ilmu Sosial 2 Rating: 5 Reviewer: Ben Redfield ItemReviewed: Tugas Pengantar Ilmu Sosial 2