Jual Film Digimon Dubbing Asli Indonesia Lengkap Termurah dan Jual Game PC Resident Evil Lengkap Termurah
KURANG PERCAYA?? SILAHKAN BELANJA AMAN LEWAT TOKOPEDIA KAMI DISINI!!

Tugas Filsafat Ilmu

BAB I 
 Pendahuluan

A. Latar Belakang

Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan memunculkan adanya ilmu ekonomi, kemudian menimbulkan pertanyaan. Apa Ilmu Ekonomi itu? Bagaimana Sejarah Ilmu Ekonomi itu? Serta bagaimana keterkaitannya dengan filsafat itu sendiri dan kelemahan kekuatan dari Ilmu Ekonomi itu.
Menemukan cara memperbaiki keilmuan ekonomi dan mempelajari lebih rinci dalam memahami filsafat dan ilmu ekonomi dan masalah-masalah yang ada di dalamnya.

B. Rumusan Masalah

a)         Sejarah Ilmu Ekonomi
b)        Objek Formal dan Objek Materiil Ilmu Ekonomi
c)         Metode Keilmuan Ilmu Ekonomi
d)        Kedudukan Ilmu Ekonomi dalam Filsafat
e)         Interaksi Ilmu Ekonomi dengan Ilmu-ilmu Lainnya
f)         Kekuatan dan Kelemahan Ilmu Ekonomi
g)        Memperbaiki Kelemahan Ilmu Ekonomi
h)        Tanggung Jawab Para Ilmuan

C. Tujuan Penulisan

a)    Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai sejarah ilmu ekonomi
b)   Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai objek formal dan objek materiil ilmu ekonomi
c)    Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai metode keilmuan ilmu ekonomi
d)   Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai bagaimana kedudukan ilmu ekonomi dalam filsafat

D. Manfaat Penulisan

Memberikan pemahaman lebih dalam kedudukan keilmuan ekonomi terhadap filsafat dan hubungannya dengan filsafat keilmuan serta mengembangkan pemikiran terhadap keilmuan ekonomi dengan adanya keterkaitan antara ilmu ekonomi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya dengan filsafat.


BAB II

Pembahasan

 

A. Sejarah Ilmu Ekonomi

1. Definisi Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak-seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, ο?κος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah.
Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikankeluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi – seperti yang telah disebutkan di atas – adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

2. Tokoh-Tokoh Ilmu Ekonomi

a. Adam Smith (1723-1790)

Seorang ahli ekonomi terkenal dari Skotlandia yang hidup sekitar abad 18, pernah menulis sebuah buku yang sangat terkenal dalam dunia ekonomi yang berjudul “The Wealth Of Nation” (1776). Dalam buku ini ia menyatakan bahwa kemajuan manusia dan tatanan sosial suatu masyarakat akan tercipta apabila setiap individu yang ada di dalamnya mengejar kepentingannya sendiri-sendiri.

Adam Smith percaya bahwa sikap individualistis yang dipicu oleh kepentingan pribadi akan menciptakan tatanan dan kemajuan. Ia menyatakan bahwa untuk memperoleh uang manusia atau produsen akan memperoleh barang dan jasa tertentu. Sedangkan konsumen akan membeli barang atau jasa yang paling mereka butuhkan.

b. David Richardo (1772-1823)

Dia berkebangsaan Inggris yang hidup di awal abad ke-18 yang sangat mementingkan peran dunia usaha untuk bergerak dinamis guna menggerakkan perekonomian sebuah Negara. Buku yang dikarangnya berjudul “Principles of Political Economy and Taxation (1817). David yakin bahwa dengan bertambahnya modal adalah kunci dari pertumbuhan ekonomi bangsa, dan satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu dengan mendorong sektor produksi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
David Richardo percaya bahwa faktor tenaga kerja adalah hal yang paling penting dalam pencapaian kemakmuran suatu Negara. Ia juga melihat bahwa dengan bertambahnya penduduk maka tingkat penghasilan atau upah yang diperoleh mereka akan turun sampai pada tingkat dimana upah itu tidak cukup lagi menyokong pemenuhan kebutuhan mereka.
Seiring dengan pertambahan penduduk harga tanahpun melonjak, dan hal ini akan menurunkan besarnya keuntungan yang diperoleh dari sektor produksi. Pertumbuhan modalpun akan terhambat yang akan menurunkan pola pertumbuhan ekonomi. Namun demikian Richardo percaya bahwa pada saat hal ini terjadi, sector produksi telah terlebih dahulu menyebar ke seluruh negeri sehingga dampak yang ditimbulkannya akan dapat segera teratasi dan perekonomian dapat segera pulih kembali.
Teori yang dikemukakan David Richardo banyak mempengaruhi para ekonom lainnya. Karl Marx dipengaruhi Richardo melalui teorinya tentang nilai pekerja (labor theory of value) yang menjelaskan bahwa nilai dari suatu barang produksi ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan barang produksi tersebut. John Stuart Mills juga menggunakan teori David Richardo dalam upayanya untuk melakukan reformasi social.
Ketika produsen dan konsumen bertemu, maka terciptalah pasar dan dengan terciptanya pasar maka terbentuklah pola produksi yang akan menciptakan suatu keseimbangan social (Social harmoni) dan keseimbangan sosial ini tercipta tanpa adanya campur tangan dari pemerintah.
Tidak adanya campur tangan dari pemerintah ini disebut tangan yang tak terlihat (invisible hand). Smith menyatakan bahwa manusia adalah homo economicus yang selalu ingin memuaskan dirinya sendiri.

c. John Maynard Keynes ( 1883 – 1946 )

Keynes adalah seorang ekonom mashyur yang dikenal dengan bukunya “The General Theory of Employment, Interest, and Money” (Teori Umum atas Kesempatan Kerja, Suku Bunga dan Uang). Keynes untuk pertama kalinya menawarkan suatu gagasan mengenai teori permintaan dan penawaran dalam hubungannya dengan hasil produksi (output).
Keynes menunjukkan bahwa jika penawaran lebih besar dari permintaan, maka roda perekonomian atau seluruh kegiatan produksi harus diperlambat atau diturunkan agar system ekonomi dapat kembali seimbang pada suatu tingkatan yang berada dibawah penggunaan tenaga kerja yang optimum.
Dan perekonomian suatu negara hanya dapat berlangsung apabila tingkat permintaan rakyat, tingkat permintaan dari sector produksi, juga tingkat pengeluaran pemerintah ikut tinggi. Semua itu akan meningkatkan tingkat investasi yang tentu saja akan meningkatkan tingkat kesempatan kerja, hingga pada akhirnya tingkat pengeluaran rakyatpun akan naik pula, sehingga dengan akan menggerakkan perekonomian suatu Negara.
Pada bukunya obyek penelitian Keynes lebih tertuju pada hal-hal yaitu ekonomi makro, ekonomi jangka panjang, ekonomi moneter, dan perubahan kuantitas. Keynes mulai dikenal didunia internasional berkat buku pertamanya yang berjudul “The Economics Consequences of Peace” ( 1915 ).
Sekitar tahun 1923 menulis buku kembali yang berjudul “A Tract of Monetary Reform”, tahun 1926 menulis buku yang berjudul “The End of Laissez Faire” dan pada tahun 1930 menulis buku berjudul “A Treatise on Money”.
Tahun 1940 Keynes menjadi penasihat ekonomi Pemerintah Inggris, kemudian tahun 1941 menjadi Gubernur Bank Inggris dan tahun 1942 ia mendapat gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan memperoleh nama Baron Keynes dari Tilton.

B. Objek Ilmu Ekonomi

a. Objek Material Ilmu Ekonomi

Objek material/ inti permasalahan Ilmu ekonomi berupa kelangkaan, yaitu bagaimana manusia melakukan tindakan pemilihan atas berbagai keterbatasan dalam sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas baik dalam hal produksi ataupun konsumsi.

b. Objek Formal Ilmu Ekonomi

Objek Formal Ilmu Ekonomi ialah aspek kebutuhan material manusia dalam konteks sosialnya. Ekonomi berpusat pada penggunaan sumber dan benda ekonomi secara lebih efektif dan efisien berdasarkan kalkulasi yang bertanggung jawab, umpamanya pola konsumsi masyarakat.
Ilmu ekonomi merupakan bagian dari ilmu-ilmu sosial dan memiliki obyek formal sama dengan obyek formal ilmu-ilmu sosial lainnya. Adapun obyek material ilmu ekonomi terkait dengan bagaimana manusia melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan.
Sebagai bagian dari ilmu sosial, ilmu ekonomi memiliki objek formal yang sama dengan ilmu sosial lainnya.

C. Kedudukan Ilmu Ekonomi Dalam Filsafat dengan Pohon Ilmu

a. Kedudukan Ilmu Ekonomi dalam Filsafat




  
Filsafat dapat dikelompokkan menjadi empat bidang induk yaitu :
1. Filsafat tentang pengetahuan :

§  Epistemologi
§  Logika
§  Kritik ilmu-ilmu

2.    Filsafat tentang keseluruhan kenyataan :

§  Metafisika umum (ontologi)
§  Metafisika khusus :

1.    teologi metafisik
2.    antropologi
3.    kosmologi

3.  Filsafat tentang tindakan :

a.    Etika
b.    Estetika
c.    Sejarah filsafat

Pembagian filsafat berdasarkan pada struktur pengetahuan filsafat terbagi menjadi tiga bidang yaitu filsafat sistematis, filsafat khusus, dan filsafat keilmuan.

1.    Filsafat sistematis :
a.    Metafisika
b.    Epistemology
c.    Metodologi
d.   Logika
e.    Etika
f.     Estetika

2.    Filsafat khusus :

a.    Filsafat Seni                                                     
b.    Filsafat Kebudayaan         
c.    Filsafat Pendidikan                                           
d.   Filsafat Sejarah                                                      
e.    Filsafat Bahasa                                                      
f.     Filsafat Hukum
g.    Filsafat Budi
h.    Filsafat Politik
i.      Filsafat Agama
j.      Filsafat Kehidupan Sosial
k.    Filsafat Nilai
3.    Filsafat Keilmuan :
a.    Filsafat Matematik
b.    Filsafat Ilmu-ilmu Fisik
c.    Filsafat Biologi
d.   Filsafat Linguistik
e.    Filsafat Psikologi
f.     Filsafat Ilmu-ilmu Sosial

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa ilmu ekonomi memiliki kedudukan di dalam kelompok ilmu sosial atau filsafat sosial. Dimana kelompok ilmu sosial memiliki objek materiil berupa manusia sebagai causa efisiensi dan objek formal normatif ( ilmu hukum dan ilmu admiistrasi), deskritif, efisiensif (sosiologi, ilmu ekonomi). Ilmu ekonomi juga termasuk ke dalam filsafat keilmuan.

D. Interaksi Ilmu Ekonomi dengan Ilmu Lainnya

Ilmu ekonomi memang berkaitan dan sangat berdekatan dengan ilmu sosial lainnya, bahkan seringkali bertumpang tindih dengan apa yang dipelajari oleh ilmu ekonomi.
Kaitan erat antara pelajaran ilmu ekonomi sebagai ilmu sosial dengan cabang-cabang ilmu sosial lain seperti ilmu sosiologi, ilmu politik, ilmu hukum, ilmu bumi (geografi), dan ilmu sejarah. Karena kaitan yang sangat erat antara berbagai cabang ilmu ini, maka mempelajari ilmu-ilmu tersebut secara terpadu multidisipliner akan membawa hasil lebih baik.
Pada awal lahirnya, ilmu ini diberi nama political economy (ilmu ekonomi politik), dan bukan economics seperti sekarang. Bahkan sudah disebut di atas, buku Adam Smith yang menandai kelahiran ilmu ekonomi “modern” tidak diberi judul political economy apalagi economics. Tokoh-tokoh ekonomi klasik sesudah Smith yaitu J.S. Mill dan David Ricardo memberi judul buku mereka Principles of Political Economy, sedangkan T.R. Malthus memberi judul buku ekonominya Essay on Population.
Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan yang berupa barang dan jasa yang bersifat langka dan terbatas serta memiliki kegunaan yang alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan kebutuhannya berkaitan dengan metode – metode dalam ilmu ekonomi tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut chaurmain dan prihatin (1994:14-16) meliputi sebagai berikut :
Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada dalam realitas kehidupan. Realita tersebut mencakup setiap unsur kehidupan yang dialami kehidupan, keluarga, masyarakat likal, dan sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dikaji secermat mungkin. Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sampai diperoleh barang dan jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga dan waktu yang tepat bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan yang ada dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhdap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.


Metode imu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah di uji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang mengemukakan bahwa jika persediaan barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap maka barang dan jasa akan naik harganya.
Bertolak dari hukum ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah sudah dapat menentukan bahwa harus dijaga agar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya. Buliding (1955:12) menyebutnya sebagai metode eksperimen intelektual (the method of intellectual experiment)
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah – masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal – soal secara matematis. Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil – dalil. Melalui pembahasan dalil – dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat diterima secara umum.
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan penyajian data dalam bentuk angka – angka secara statistik. Dari angka – angka yang disajikan kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pembahasan mengenai pengangguran.
Dalam hal ini, dapat terlebih dahulu diidentifikasi unsur – unsur yang berkaitan dengan pengangguran,  mislanya data perusahaan, data tenaga kerja yang terdidik atau  kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, tempat perusahaan beroprasi, rata – rata tempat tinggal para calon pekerja. dari data yang terkumpul tersebut seorang ahli ekonomi dapat menyusun analisis dan penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah pengangguran tersebut.
Selanjutnya, dari angka tersebut dapat ditentukan cara yang tepat untuk membantu mengatasi masalah pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhadap angka – angka yang disajikan statistik.

F. Kekuatan dan Kelemahan Ilmu Ekonomi

a. Kelebihan Ilmu Ekonomi

Kelebihan ilmu ekonomi adalah ilmu ekonomi merupakan dasar dari kegiatan pengelolaan sistem ekonomi sehingga kegiatan ekonomi bisa diatur dan dimanajemanin sesusai dengan ketersediaan anggaran/modal untuk mencapai tujuan.
Ilmu ekonomi dapat memperbaiki cara berfikir yang membantu dalam pengambilan keputusan. Membantu memahami masyarakat dan bermanfaat dalam membangun masyarakat demokrasi.

b. Kelemahan Ilmu Ekonomi

Kelemahan ilmu ekonomi adalah para ekonom (pelaku ekonomi) bisa mengetahui peluang atau bidang-bidang yang bisa dimanipulatif untuk suatu kepentingan tertentu.

G. Bagaimana Memperbaiki Kelemahan Ilmu Ekonomi

a. Perbaikan Kelemahan Keilmuan Ekonomi

Pada intinya, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mengakui realitas kelangkaan lalu memikirkan cara mengorganisasikan masyarakat dalam suatu acara yang menghasilkan pemanfaatan sumber daya ekonomi yang paling efisien.
Disinilah ilmu ekonomi memberikan kontribusinya (sumbangan) yang unik. Pengkajian ilmu ekonomi dilakukan dalam dua tingkatan. Pertama, pengkajian berdasarkan keputusan rumah tangga individual dan perusahaan.
Dapat dikaji interaksi rumah tangga individual dan perusahaan di pasar untuk barang dan jasa tertentu. Kedua, dapat dikaji operasi perekonomian secara menyeluruh yang merupakan kumpulan dari semua pengambil keputusan di semua pasar.
Sebagai upaya untuk membuat pelajaran ilmu ekonomi relevan dengan kondisi sosial-ekonomi yang kini dihadapi bangsanya. Harus dicatat bahwa kondisi ekonomi kemarin dan apa yang dapat dilakukan generasi sekarang akan membentuk kondisi ekonomi bangsa di masa datang.
Ilmu ekonomi, tak boleh dilupakan adalah ilmu sosial yang harus secara lengkap diajarkan secara deduktif maupun induktif, yang oleh Alfred Marshall, Bapak Teori Ekonomi Neoklasik, diibaratkan 2 kaki (kanan dan kiri) untuk berjalan. Maka jika hanya satu metode saja yang dipakai akan pincang, dan hasilnya pasti mengecewakan. Karena hampir semua guru/dosen biasanya ingin “menghemat waktu”, maka dipilihlah metode yang paling mudah dan paling murah yaitu metode deduktif, dengan sepenuhnya berpegang pada buku teks (textbook), tanpa upaya apapun memberikan contoh-contoh data empirik dari lapangan atau lingkungan murid/mahasiswa setempat. Akibatnya seorang murid atau mahasiswa yang sudah lulus dengn nilai sangat baik dalam ilmu ekonomi tidak memahami kehidupan ekonomi di sekitar murid/mahasiswa, apalagi mengetahui cara-cara memecahkan masalah-masalah ekonomi masyarakat.
Pengajaran ilmu ekonomi dengan metode deduktif dan induktif sekaligus dapat dengan mudah dilakukan tetapi dengan mengkaitkannya dengan penelitian. Inilah yang dikenal dengan istilah teaching through research (mengajar melalui penelitian). Dalam cara mengajar yang demikian, murid/mahasiswa diajak meneliti oleh guru/dosen dalam “tim penelitian”, yang berarti guru/dosen juga terus-menerus “ikut belajar” bersama murid/mahasiswa. Inilah yang juga disebut problem-posing education (pendidikan dengan mengetengahkan masalah-masalah praktis pada peserta didik), yang dilawankan dengan banking education yang semata-mata berarti pemindahan/mendeposit ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

H. Tanggung Jawab Ilmuan

a. Apa yang harus dilakukan para Ilmuan ?

Ilmu merupakan hasil karya perseorangan yang dikomunikasikan dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat. Jika hasil karya itu memenuhi syarat keilmuwan maka ia diterima sebagai bagian dari kumpulan ilmu pengetahuan dan digunakan oleh masyarakat. Dengan kata lain, penciptaan ilmu bersifat individual namun komunikasi dan penggunaan ilmu adalah bersifat sosial. Peranan individu inilah yang menonjol dalam kemajuan ilmu, yang dapat saja mengubah wajah peradaban.
Jelas bahwa seorang ilmuwan mempunyai tanggungjawab sosial yang terpikul dibahunya.Fungsinya selaku ilmuwan tidak berhenti pada penelaahan dan keilmuan secara individual, namun juga ikut bertanggungjawab agar produk keilmuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (Suriasumantri, 1984).
Implikasi penting dari tanggungjawab sosial seorang ilmuwan, adalah bahwa
setiap pencarian dan penemuan kebenaran secara ilmiah harus disertai dengan landasan etis yang kukuh.
Menurut Suriasumantri (1984), proses pencarian dan penemuan kebenaran ilmiah yang dilandasi etika, merupakan kategori moral yang menjadi dasar sikap etis seorang ilmuwan. Ilmuwan bukan saja berfungsi sebagai penganalisis materi kebenaran tersebut tetapi juga harus menjadi prioritas moral yang baik.
Aspek etika dari hakikat keilmuwan ini kurang mendapat perhatian dari para ilmuwan itu sendiri. Agresifitas ilmuwan kedokteran, telah memajukan sangat pesat ilmu kedokteran, dan mampu meningkatkan pelayanan media kepada masyarakat.
Namun pada proses penciptaan ilmu dan aplikasi ilmu di masyarakat, sering sekali terjadi pelanggaran nilai moral. Sekelompok kecil orang membutuhkan organ tertentu, kelompok orang lainnya menjadi korban, dan ilmuwan serta praktisinya menjadi perantara aktif dalam transaksi itu.
Hakikatnya, ilmuwan itu telah mengabaikan prinsip moral dan agama yang dianut masyarakat. Fenomena ini, yang cenderung menjadi faktor paling fundamental yang mendorong berdirinya berbagai lembaga yang mengkaji dan berupaya menegakkan etika biomedis.
Tanggungjawab ilmuwan tidaklah ringan. Dapatkah seorang ilmuwan memikul tanggungjawab sedemikian itu, jika batas moral yang berlaku tidak bersifat universal?
Hal etis, yang diharapkan menjadi landasan utama tegaknya tanggungjawab moral para ilmuwan, memang tidak pernah memiliki sifat umum dan universal. Artinya, etika tidak dapat memberikan aturan universal yang konkrit untuk setiap masa, kebudayaan, dan situasi (Peursen dkk, 1990).
Hal ini yang medorong, setiap kebudayaan atau suatu Negara mengembangkan etika profesi dan aturan hukum yang dapat dikatakan sebagai pedoman dari perwujudan tanggungjawab sosial para ilmuwan dan juga praktisi.
Kaum ilmuwan tidak boleh picik dan menganggap ilmu dan teknologi adalah segala-galanya, masih terdapat banyak lagi sendi-sendi lain yang menyangga peradaban manusia yang baik. Demikian juga masih terdapat kebenaran-kebenaran lain di samping kebenaran keilmuan yang melengkapi harkat kemanusiaan yang hakiki.
Jika kaum ilmuwan konsekuen dengan pandangan hidupnya, baik secara intelektual maupun secara moral, maka salah satu penyangga masyarakat modern ini, yaitu ilmu pengetahuan, akan berdiri dengan kukuh. Berdirinya pilar penyangga keilmuan ini merupakan tanggungjawab sosial kaum ilmuwan (Suryasumantri,1984).
Dapatkah asumsi di atas terwujud? Jawaban atas pertanyaan ini juga merupakan bagian dari tanggungjawab sosial ilmuwan. Peningkatan kualitas tanggungjawab sosial, merupakan konsep tanggungjawab yang dapat digunakan sebagai pedoman normatif bagi kalangan ilmuwan, yang diharapkan dapat menjadi dasar:
1. Agresifitas ilmuwan untuk menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Kegiatan praksisnya bermanfaat bagi masyarakat.
3. Dalam kedua hal ini tidak menimbulkan problem etis.

 

 


BAB III

Penutup

 

A. Kesimpulan

Ilmu ekonomi sangat berperan penting dalam ruang lingkup filsafat dan ilmu ekonomi memiliki kelemahan dan kekuatan serta merupakan cabang dari disiplin ilmu sosial.
Selain itu ilmu ekonomi sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu lain seperti hukum, politik, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Antara filsafat dan bidang ilmu yang lain akan memberikan kemampuan ketelitian yang mendekati akurat disamping juga pertimbangan-pertimbangan yang lain.
Tetapi filsafat yang digunakan haruslah filsafat yang baik dan benar, karena yang baik dan benar itulah yang disebut berfilsafat. Sedangkan hal yang tidak baik dan benar bukanlah suatu filsafat, karena tujuan dari filsafat sendiri adalah menjadikan hal sesuatu benar dan baik untuk dilakukan.

B. Saran

Sebagai manusia yang berfikir secara filsafat haruslah menggunakan ilmu sesuai dengan moral dan etika yang ada tidak terkecuali dengan ilmu ekonomi yang merupakan salah satu dari cabang disiplin ilmu sosial.


Description: Tugas Filsafat Ilmu Rating: 5 Reviewer: Ben Redfield ItemReviewed: Tugas Filsafat Ilmu